Tampang TKW

Tuesday, January 29, 2008
Nih cerita tersisa dari pulang December-Januari kemarin.

Seperti biasa pesawat yang aku tumpangi, China Airlines, dari Honolulu transit semalam di Taipe, Taiwan. Dari Taipe langsung ke Denpasar.

Mendarat di Ngurah Rai Denpasar sekitar jam 13.45 WITA. Turun dari pesawat, aku langsung on kan Hp. Syukurlah, atas bantuan teman di Indosat, roaming internationalku sudah off, jadi langsung bisa buat telfon. Sembari memberi kabar ke Babah yang sudah menunggu di luar, aku menuju ke pengecekan immigrasi.

Saat menyerahkan kartu kedatangan, petugas yang menjaga sempat melontarkan sindiran murahan ke aku, "Wah buat apa Mbak duitnya kan habis pulang kerja dari Amerika?" Belum sempat aku menjawab, dia udah ngelanjutin ocehannya, "Emang kerja apa'an di amerika, orang pake Jilbab?." Wah ini benar-benar keterlaluan pikirku. Sambil menerima passportku yang sudah di cap, aku tunjukkan kartu mahasiswaku ke petugas menjengkelkan itu. Puas melihat perubahan wajahnya, aku langsung cabut ke pengambilan bagasi tanpa berkata apapun, dengan tidak lupa ninggalin senyum kemenangan. RASAIN LOE..

Eh ternyata tampang TKW ku masih berlanjut ke tempat pengambilan bagasi. Sejak aku berdiri menunggu bagasi bersama penumpang yang satu pesawat, aku udah merasa beberapa petugas bandara ngelihatin aku, sambil sedikit berbisik-bisik.*gak pernah lihat orang cantik kale hehhehe*

Beberapa penumpang sudah mulai mendapat bagasinya, aku masih sibuk celingu'an mencari luggagesku. Mungkin ngelihat aku celingu'an, salah seorang petugas bandara yang dari tadi ngelihatin aku nyamperin:

"Mbak, ini pesawat China Airline lho" Kata petugas itu.
"Lho, emang saya naik pesawat itu kok pak" Jawabku dengan bingung.
"Mbak, ini pesawat dari Taipe, kalau pesawat dari Malaysia disebelah sana pengambilan bagasinya" Lanjut petugas itu masih berusaha meyakinkanku sambil menunjuk tempat pengambilan bagasi di ujung kanan.
Dengan sedikit jengkel aku jawab, "Iya pak, saya tahu, dan saya bukan dari Malaysia, tapi dari Taiwan." Melihat aku mulai jawab dengan ketus, petugas itu mulai mundur.

Sesaat setelah itu, satu tasku keluar, segera kuangkat dan tak letakkan troli. Ternyata petugas-petugas itu belum juga percaya kalau aku dari Taipe. Petugas lainnya datang menghampiriku dan melihat kertas tujuan dari luggage. "Oh bener kok, mbak ini dari Honolulu trus transit di Taipe"seru petugas tadi ke temannya. Langsung deh aku pelototin mereka, OH ternyata mereka dari tadi enggak percaya tho.

Sambil mendorong troli keluar, aku masih sempat mendengar para petugas itu berbisik "Aku pikir TKW Malaysia, ternyata TKW Amerika."

Ampunnnnnn dehhhhh, ada enggak sih cream untuk ngilangin tampang TKW???
 
posted by Nihayatul (Ninik) Wafiroh at 4:54 PM, |

3 Comments:

  At 12:52 PM Anonymous Mbu'Azka said:
Hehe hee.. kaya'nya bener banget tuh petugas. Whuekekek kekeek.. just kidding, mbak. Yah, kaya gitulah mental org kita (sadar ato gak, cerminan diri kita juga kali).
Krimnya dah kutanyain 'gak available' katanya. Jadi, cara terakhir adalah afdruk potonya Tamara Bleszinsky 10R, bolongin kiri-kanan, pasang karet, trus cantolin kuping. Trrattataaa.. here comes our new artist! *wuusss...
  At 4:25 PM Blogger isma said:
mungkin krn org indonesia yg bisa ke luar negeri hanya artis, pejabat, pengusaha, dan TKW. dan karena ketegori yg terakhir ini adalah asfalasafilin...jadi streotypenya pasti yang sebangsa sebelah mata. mereka tdk tahu kalau org "marjinal" juga bisa ke luar negeri utk sekolah gratis...
lain kali sebelum mudik, perbesar dulu kartu mahasiswamu, trus dikalungkan di depan dada... atau, keluarkan leptop dan berjalanlah sambil membaca... *hehe... mekso banget*
wah kok njengkelke ngono, dadi es-mo-si aku..enak aja pelajar teladan dapat beasiswa lagi...kok dibilang TKW..

aku bisa bayangin tu wajah mereka pas kamu nunjukin kartu mhs, pasti kisinan...

tapi emang ada apa gitu loh dengan TKW? susah2 merantau ke luar malah direndahin gitu...ato mungkin dulu cita2 para petugas bandara itu jadi TKW tapi gak kesampaian yo nik..hehehehe..