Monday, September 29, 2008
Photobucket
 
posted by Nihayatul (Ninik) Wafiroh at 9:02 AM, | 4 comments

Rindu Kami Indonesia

Sunday, September 28, 2008
Memang benar adanya bila orang Indonesia 'sangat' sulit untuk bisa berpisah dengan tanah kelahirannya. Seberapa buruk kondisi kampung halaman, selalu bisa memaksa pulang.

Seperti sekarang ini, terkadang terbesit pertanyaan iseng dalam diriku, apa sih yang orang-orang cari di kampung halaman hingga mereka rela tersiksa dalam perjalanan?. Tidak tega rasanya melihat anak-anak kecil yang harus terjepit dan kepanasan dalam gerbong kereta, atau menyaksikan anak-anak yang terlihat kelelahan bersama orang tua mereka yang mudik dengan mengendarai sepeda motor.

Mungkin bagi orang luar Indonesia, fenomena mudi sulit sekali dipahami. Ini dapat dimengerti, kebanyak orang barat tidak terlalu dekat hubungannya dengan keluarga. Kemungkinan mereka hanya telfon sebulan sekali, bahkan ada yang menelfon cuman sekali setahun ketika Natal. Bandingkan dengan orang Indonesia, aku aja yang tinggalnya jauh dari Indonesia bisa sehari tiga kali berhubungan dengan keluargaku di Banyuwangi dan Madura.

Terlebih ketika waktu Idul Fitri. Merasakan suasana Idul fitri, menikmati hidangan khas Idul Fitri, berkumpul dengan keluarga, bertakbir bersama adalah aktivitas yang tidak mungkin bisa dibayar atau tergantikan dengan apapun juga. Aku yakin betul, orang Indonesia walaupun sudah hidup bertahun-tahun di luar negeri tetap merindukan suasana ini.

Idul Fitri ini akan menjadi lebaran ketigaku di Hawaii. Walaupun aku selalu bilang bahwa sekarang aku lebih kuat dari pada dua atau setahun lalu, tapi tetep saja tidak bisa dipungkiri hati kecilku. Keinginan untuk merayakan lebaran dengan keluarga, terutama dengan anak-anak bagaikan sebuah gelombang keras yang tidak dapat ditahan. Usaha merendam perasaan kangen ini sama kerasnya dengan terjangan perasaan itu sendiri.

Radio Indonesia sudah mulai memutar takbir, dan lantunan khas takbir Indonesia yang notabene tidak dimiliki oleh negara lain mampu membuatku terdiam, terpukur sejenak dan kemudian menangis. Dalam hati aku terus berdoa, semoga Allah masih memberi kesempatan bagiku untuk bisa merayakan Idul Fitri bersama keluarga.

Tidak harus merana, kalaulah air mata bisa membawa terbang sedikit rasa rindu yang tak terperi akan kampung halaman, jangan pernah menahan air mata itu jatuh.

SELAMAT MUDIK KAWAN...
 
posted by Nihayatul (Ninik) Wafiroh at 5:25 PM, | 0 comments

Mau Jadi Apa Kita????

Friday, September 26, 2008
Tadi sambil nyelesaikan bacaan tentang Patrimonial States aku chatting dengan seorang kawan yang sedang belajar di negeri pyramid. Sempat terlontar pertanyaan dalam diskusiku dengan dia 'EH ENTAR KITA AKAN JADI APA YA????'

Emang aku selalu dihantui pertanyaan tersebut, kalau seorang Pramodya Ananta, Al-Ghozali, dan orang-orang besar lainnya meninggal, nama mereka tetep menjadi pembicaraan dan inspirasi bagi banyak orang. Dengan karya-karyanya, mereka selalu dikenang. Lalu bagaimana dengan aku???. Apakah bila nanti aku sudah tidak exist di dunia, masih ada orang yang akan mengenangku? bisakah aku menjadi sosok yang selalu diingat?. Sepertinya menjadi orang besar adalah satu-satunya jalan untuk selalu dikenang. Banyak cara menjadi orang besar, salah satunya dengan menghasilkan karya. Bagiku menjadi orang besar adalah menjadi orang yang bisa bermanfaat ke orang lain.

Aku dan temanku sepakat untuk selalu berusaha menjadi orang bermanfaat dan "semoga" menjadi orang besar. Amin.

Ada kata-kata yang sempat membuatku termenung ketika temanku tersebut bilang "Entar kalau ada yang menulis biografiku, nama sampeyan harus masuk Mbak." Aku kaget, terharu dengan ungkapannya ini. Aku merasa jadi orang yang berarti, walaupun sebenernya aku merasa tidak melakukan apapun untuk dia. Selama ini kami hanya ngobrol dan sharing banyak hal, tapi dari situlah kami belajar banyak hal. Dari sini aku merasa bahwa sekecil apapun yang kita lakukan bila untuk kebaikan akan memberi dampak positif ke orang lain.
 
posted by Nihayatul (Ninik) Wafiroh at 8:40 AM, | 2 comments

New Template nih

Sejak lama pengen ganti template, udah boseeeeeeen banget dengan warna yang sama, cuma kayaknya enggak ada waktu *ceileee sok sibuk*. Akhirnya diriku memberikan MANDAT ke emaknya Shinfa, walaupun konsekwensinya aku harus keep fotonya nampang di blogku *cuman sampe next week hehe* Dan treng... treng.... akhirnya jadilah rumah dengan cat baru. Segernya
 
posted by Nihayatul (Ninik) Wafiroh at 8:34 AM, | 1 comments

My Third Ramadhan

Tuesday, September 23, 2008
Banyak kawan yang tanya kabar ramadhan di Hawaii. Ini sudah ramadhan ke tigaku di Hawaii, jadi sudah terbiasa. Yang special tahun ini karena aku menjalankan puasa dengan Babah. Ya ada teman sahur, ada teman teraweh dan berbuka puasa, serasa lebih lengkap deh.

Seperti tahun-tahun lalu,jama'ah Hale Manoa melakukan teraweh seminggu sekali, setiap Jumat malam. Ya emang hanya waktu weekend aja kita bisa kumpul bareng, kalau hari-hari biasa pasti sibuk banget.

Seperti biasa, sehabis sahur dan sholat subuh aku tidur, kan diriku bukan morning person tapi evening person, yang terbiasa belajar kalau sudah larut malam. Jadi gantinya pagi tidur. Cuman semester ini ada kelas yang masuknya jam 7.30 WIB, ampunnnnnn nih kelas pagi banget. Jadi setiap kelas selasa dan kamis aku harus berusaha membuka mata dan masuk kelas. Yang menyebalkan lagi, karena kelasnya pagi, kawan-kawan di kelas juga punya masalah dengan mengantuk makanya mereka masuk kelas dengan membawa kopi. Duh bau kopinya itu lho.. membikin aku mumet secara akukan puasa jadi gak mungkin aku bawa kopi. Makanya ketika aku off dari puasa seminggu, aku langsung balas dendam dengan membawa kopi ke kelas hehehe.

Udah gak terasa ya udah hampir lebaran. Kalau melihat di kalender, lebarannya mungkin selasa atau rabu, wah alamat habis sholat Ied harus masuk kelas lagi
 
posted by Nihayatul (Ninik) Wafiroh at 8:43 AM, | 2 comments

UH Sophomore Vies for State Senate

Friday, September 19, 2008
Namanya Resa Tsuneyoshi, umurnya baru 19 tahun, kuliah di jurusan Sophomore dan politixal science di University of Hawaii (satu almamater denganku), dan masih duduk di undergraduate, tapi dia sudah akan membuat catatan dalam sejarah hidupnya dengan mengikuti pemilihan state senate di Hawaii, untuk daerah pemilihan district 17 (Mililani dan Waipi'o).Isu yang diangkatpun bukan kacangan, tapi menyangkut tentang 4 hari kerja.

Dia percaya kalau orang-orang di daerah pemilihan dia adalah orang-orang yang jujur dan supportive yang akan memegang janji mereka untuk memilih fresh person. Bila itu benar, Resa akan mendapatkan tiket maju sebagai anggota senate.

Anak terahir dari lima bersaudara ini sepenuhnya menyadari akan konsekwensi yang akan dia tanggung bila nantinya terpilih, untuk itu bila nanti dia terpilih, dia akan mengurangi kesibukannya di kampus.

So, mana mahasiswa Indonesia yang mencalonkan diri jadi anggota senate?
 
posted by Nihayatul (Ninik) Wafiroh at 1:25 PM, | 2 comments

Bangun Dab.........

Tuesday, September 16, 2008
Wah hidup semakin sulit dab!!!!!!!!!!!!!!!!
Pilihan tidak memberikan jalan yang terbaik
Diam juga tidak akan membuat semuanya menjadi lebih baik
Lalu............????

Ya kehidupan harus tetap bergerak
Kehidupan memang bukan sebuah tawaran tapi kepastian yang meski dijalani

Jadi........
Bangun dab!!!!!!!!!
Bukan jamannya lagi tidur dan menanti keberuntungan datang
Sekarang meski melangkah atau terlindas

Berjuta angan sudah waktunya diperjuangkan
Bukan didiamkan dan kemudian hilang

Ya jelas......
Meski bergerak dab
 
posted by Nihayatul (Ninik) Wafiroh at 4:00 PM, | 1 comments

Renungan Tragedi Pasuruan

Ya Allah Ya Robb

Jadikan hamba orang yang bermanfaat bagi orang lain
Jangan jadikan hamba orang-orang yang sombong
yang mengumbar rezeki yang Engkau berikan
hanya untuk menjadikan penderitaan baru bagi saudara-saudara hamba

Semua yang hamba miliki semata-mata hanya milik-Mu
Tidak ada setitikpun yang bisa hamba sombongkan

Ya Rabb
Tuntun hamba
 
posted by Nihayatul (Ninik) Wafiroh at 2:42 PM, | 0 comments

WAKIKI BEACH

Monday, September 15, 2008
Photobucket
 
posted by Nihayatul (Ninik) Wafiroh at 8:55 AM, | 1 comments

NYOBA NIH

Photobucket

Wah akhirnya setelah utak dan atik sekian waktu, jadi juga percobaan pertama ini. Sebenernya dari dulu pengen nyoba-nyoba buat, cuman kayaknya ribet banget *padahal belum pernah di coba lho* heehhehe, dan baru sekarang terpenuhi.
 
posted by Nihayatul (Ninik) Wafiroh at 8:24 AM, | 0 comments

KOK JAWI??????????

Friday, September 12, 2008
 
posted by Nihayatul (Ninik) Wafiroh at 2:08 PM, | 1 comments

Face of Muhammad

Aku mengambil kelas Islamic Philosophy dengan Dr. Tamara Albertini, seorang American yang pinter berbahasa Arab dan ahli filsafat Islam. Basically, di kelas ini aku ingin melihat bagaimana seorang America melihat filsafat Islam. Sekaligus di kelas ini aku pengen mereview pelajaran tentang filsafat Islam yang pernah aku dapat di S1 dulu.

Walaupun secara keseluruhan yang disampaikan oleh Albertini bukan new things bagiku, tapi tetep aja menarik mengikuti diskusi di kelas. Tadi ada seorang kawan yang bertanya tentang bagaimana face of Muhammad. Albertini menunjukkan beberapa gambar yang menceritakan ketika Muhammad dilahirkan, terus ada juga gambar Muhammad ketika melakukan Isra' Mi'raj, dan gambar facenya Muhammad yang agak jelas yaitu gambar yang menunjukkan ketika Muhammad mengangkat hajar aswad dan meletakkannya di kain yang dipegang oleh beberapa orang dari suku-suku yang ada di Makkah. Albertini mendapatkan gambar-gambar tersebut dari berbagai manuscrip yang tersebar di perpustakaan Eropa dan US.

Saat itu aku langsung teringat guru mengajiku di desa dulu yang mengatakan bahwa wajah Muhammad tidak bisa digambarkan, karena Muhammad adalah the perfect person in the world. Guru mengajiku bahkan berani mempersentasikan kecakapan Nabi Muhammad. Menurut Beliau, kegantengan Muhammad itu adalah setengah dunia, sedangkan Nabi Yusuf seperempat dunia, lalu seperempat lainnya dibagikan ke seluruh umat manusia. Jadi usaha menggambarkan Muhammad bisa dikategorikan sebagai bentuk pelecehan terhadap Muhammad, sebab Muhammad diyakini pasti jauh lebih sempurna dari gambaran tersebut. Bahkan menurut guru ngajiku tersebut membayangkan wajah Muhammad aja kita tidak mampu. Dan sepertinya pandangan tersebut yang banyak di pegang oleh umat Islam di Indonesia, jadi sangat wajarlah ketika ada kartun tentang Muhammad, terlebih kartun tersebut sangat mendiskriditkan Muhammad, umat Islam langsung murka. Aku sendiri secara personal belum pernah menemukan rujukan yang bisa jadi reference hukum menggambar wajah Muhammad, dan hingga kini aku juga tidak tahu rujukan yang dipakai guru ngajiku tersebut.

Wah gimana ya kira-kira reaksi guru ngajiku kalau mengetahui Muhammad digambar?
 
posted by Nihayatul (Ninik) Wafiroh at 6:18 AM, | 0 comments

Ayat-Ayat Cinta Dalam Kritik

Saturday, September 06, 2008

Aku sudah pernah nonton film AAC berkali-kali, semalam film ini di putar di Korean Studies Centre, yang mengadakan adalah program Southeast Asia Department. Sebenernya muales nonton, cuman Babah belum pernah nonton dan minta ditemani, ya udah wes aku nonton, sambil bawa minum dan beberapa buah untuk buka puasa.

Ada sekitar 50-an orang yang nonton, kebanyakan dari mereka adalah student-student yang konsentrasi di bidang Indonesia, salah satunya si Bule gila satu ini, Lance. Selain pinter bahasa Indonesai, dan focus penelitiannya tentang suku Bajo di SUlawesi, dia juga penggila masakan Indonesia. Kata teman-teman, Si Lance ini orang Indonesia yang kebetulan lahir di US,hehhe.

Setelah nonton, aku, Babah dan Lance berdiskusi. Kata Lance, nih film membingungkan, apasih pesan yang akan dikirimkan, kok kayaknya pesan yang di awal film dan di akhir film berbeda. Kemudian sambil berjalan pulang menuju Dormitory, Lance mengkritisi film yang menghebohkan ini. Dia bilang, "ketika di awal film, aku pikir film ini bagus banget, yakni menceritakan tentang hubungan orang Islam yang sholeh dan orang Kristen yang baik. Tapi ketika masuk akhir-akhir, kok jadi tentang Poligami?".

Lance juga mengaku bingung kenapa sih setiap kali tokoh Maria mengeluarkan darah dari hidungnya pasti jatuhnya di tangan kirinya yang ada tato salibnya?, apa maksudnya?. Apakah itu sebagai symbol bahwa Maria akan menghapus tanda salib tersebut? Atau sebagai sinyal kalau Maria akan convert to Islam?.Jadi pesan yang hendak dibawa oleh film ini tumpang tindih dan tidak jelas.

Sempat pula dipertanyakan oleh Lance tentang bagaimana reaksi orang Kristen terhadap film ini. Sejauh sepengetahuanku sepertinya film ini tidak menuai protes apa-apa dari orang Kristen. aku tidak tahu, apakah karena orang Kristen Indonesia tidak berani berkomentar? atau karena mereka tidak mempermasalahkan hal tersebut? atau bahkan karena mereka tidak pernah menonton film ini?.

Walaupun aku udah nonton film ini lebih dari satu kali, tapi terus terang aku tidak pernah berpikir sejauh itu, mungkin setting pikiranku sebagai orang Islam dan Indonesia berbeda dengan cara melihat dari seorang Lance yang America terhadap film ini. Aku jadi ingat komentar seorang kawan di Indonesia setelah melihat film ini "Akhirnya si Maria masuk Islam juga ya, alhamdulillah." Ini tentu berbeda dengan Lance yang berkomentar, "Kalau aku jadi sutradaranya, aku tetep biarkan Maria itu sebagai Kristen Coptic, biar di situ terlihat keharmonisan hubungan Islam dan Kristen, dan aku pikir ini akan menjadi gambaran yang bagus bahwa Islam itu sebenernya benar-benar agama yang peace."

Lalu bagaimana dengan pendapat anda sendiri? salam
 
posted by Nihayatul (Ninik) Wafiroh at 3:24 AM, | 6 comments

Kakak dan Motor

Wednesday, September 03, 2008
Waktu aku di Jogja pada tahun 98-2004, motor Br*V* selalu menemaniku dan keluarga. Motor ini bukan hanya menjadi kenanganku dan suami tapi juga dengan teman-teman. Bisa bayangkan motor yang begitu mungil sering aku buat boncengan bertiga dengan temanku, si Zila dan Yunes. Biasanya tempat kluyuran kami di Krapyak. Karena tanpa helm dan SIM, kami selalu mencari jalan tikus. Sering kali di jalan kami dikomentari orang-orang yang sedang nongkrong "Mbak, mesakno sepedahe" (Mbak, kasihan sepedahnya). Ya wajar mereka bilang begitu, karena ukuran badan kami yang tidak mungil dan motor kami yang terlalu kecil. Tapi setiap mendapat komentar seperti itu, temenku zila tidak pernah mau terima, dia pasti balasin "Yo ben no, lawong motor-motorku dewe kok weeekk" (biarkan aja, motor-motorku sendiri). Ketika aku sudah punya anak dua, motor ini juga selalu kami naiki bersama, aku, babah dan dua kurcaci. Wah kasihan pool deh motor mungil ini, terlalu tersiksa.

karena belas kasihan, akhirnya ketika pulang ke Banyuwangi, motor itu tidak pernah kami pakai lagi, yang memakai gantian kang Bughori dan kang Rudi yang biasanya hanya untuk belanja di pasar. Aku nyaris sama sekali tidak pernah menyentuhnya, walaupun hingga sekarang tidak ada orang yang rela menjualnya hehehe.

Karena ukuran motor yang sangat kecil ini pula, tanpa sepengetahuanku Kakak Kavin mulai belajar mengendarinya. Sumpret, aku sempat shock ketika pulang dari Surabaya tiga hari, aku dilaporin orang rumah kalau Kakak bisa motoran. Dengan rasa penasaran yang tinggi aku mencoba menyuruh Kakak untuk naik. Ketika dia mulai menghidupkan motornya badanku mulai panas dingin gak karoan. Eh ternyata benar, dia bisa naikin motor itu tanpa ada orang lain yang memegangi atau membimbimbing di belakangnya, bahkan dia sukses muteren kampungku. Oh GOD.

Aku tidak pernah tahu kapan dia belajar, cuman menurut cerita Kakak, selama ini dia sering ikut Kang Bukhori belanja di pasar atau pergi ke Genteng, trus setiap pergi dengan dia, Kakak selalu minta duduk didepan dan minta di ajarin. Jadi deh sekarang kelas 4 SD sudah bisa motoran.

Cuman karena lagi-lagi dia masih anak-anak, dia sering kali careless kalau sedang naik motor. Suatu malam, waktu Kakak sudah tidur, aku sempat kaget ngelihat betisnya yang luka, langsung saja aku bersihkan dan obatin. Paginya ketika aku tanya katanya luka itu karena kena kenalpot.Persis banget dengan dugaanku. Babahnya sempat marah-marah ketika aku bilangin kondisi Kakak, bahkan Babah sempat melarang Kakak untuk naik motor. Tapi namanya juga anak-anak,tetep aja pengen nyoba. Akhirnya dengan kesepakatan orang rumah, Kakak diajarin abahku naik motor yang bener sekalian, dan tentu dengan berbagai syarat, seperti harus tambah rajin ngaji, belajar dan sholat. Kami menjadikan ini sebagai motivasi dia untuk bersemangat belajar.

Oya pernah ada cerita lucu, saat itu Kakak naik motor, dia asal ngambil kontak aja tanpa mengecek bansinya *maklum motor tua, jadi ngecek bensinnya harus manual*. Eh jarak 3 km bensinnya habis, dan kakak gak bawa uang. jadilah dia pulang jalan sambil bawa motor hahhaha. Nyampek rumah dia marah-marah dan nangis, semua orang rumah malah ngakak-ngakak.

Anyway, motor itu nantinya bukan hanya jadi kenanganku tapi juga kenangan buat kakak. Hati-hati ya sayang
 
posted by Nihayatul (Ninik) Wafiroh at 3:39 PM, | 0 comments

My First Sahur

Monday, September 01, 2008
Aku barusan saja sahur...yach ini my first sahur untuk ramadhan tahun ini. Ada yang sedikit special dari puasa kali ini, tidak seperti dua kali puasa sebelumnya yang aku jalani di Hawaii sendirian, sekarang aku ditemani sama Babah. Ini tentu menjadi kenikmatan tersendiri dalam menjalani puasa.

Malam puasa pertamaku aku jalani dengan teraweh bersama di dorm dengan teman-teman Indonesia lainnya. Seperti halnya tahun-tahun sebelumnya, mahasiswa Indonesia di Hale Manoa selalu mengagendakan teraweh bersama setiap weekend. Yach.. emang bisanya cuman weekend, karena kalau hari-hari biasa tentu tidak punya waktu. Kalau di Indonesia sehabis teraweh diisi dengan tadarus bersama, tapi semalam selepas teraweh aku langsung melototin readingku yang tiap seminggu sekali harus ngabisin sekitar 300 halaman dan langsung buat reaction paper dari reading tersebut. Belajar adalah fardhu 'ain, tentu Allah tahu kenapa umatnya yang satu ini lebih memilih untuk membaca buku dari pada al-Quran hehhehe *excuse banget*. Anyway HAPPY RAMADHAN
 
posted by Nihayatul (Ninik) Wafiroh at 10:04 PM, | 0 comments