A Story on Bus I
Tuesday, February 22, 2011
Wah kayaknya udah lama nih gak report perjalanan :). Pertengahan oktober kemarin aku pulang ke Banyuwangi, lalu minggu malam senin tanggal 10 Oktober aku berangkat ke Surabaya. Tiket Mutiara Timur sudah di tangan, jam keberangkatan 23.05, aku udah nyampek stasiun jam 22.00. Eh setengah jam berikutnya ada pengumuman bahwa kereta Mutiara Timur di batalkan pemberangkatannya karena rel kereta di Banyuwangi kota terendam banjir. Mampus deh. Akhire pindahlah ke terminal.
karena kereta tidak jalan, banyak penumpang kereta yang pindah ke Bis. Biasanya Bis A ini tidak laku, tapi berhubung gak ada kereta bis ini ketiban rezeki, penumpangnya full, sampe pada berdiri. Syukur aku dapat duduk. Aslinya males banget naik bis ini, tapi gimana lagi udah malam, dan kalau malam bis yang ada emang cuman bis jelek-jelek gini, lagian udah nunggu lama gak ada bis lainnya. Gak nyaman banget aslinya, harus memangku tas ransel yang penuh baju dan netbook, plus tas tangan. Disampingku ada penumpang yang umurnya mungkin baru belasan tahun, kayaknya transgender. Dia tanya ke aku dengan gaya gemulainya "Ibu, pergi sendiri ya?" Aku menganggukkan kepala. waduh reaksinya tidak terduga, dia langsung kaget, mata melotot, kedua tangan diletakkan di pipinya sambil bilang "Aduh ibu.... kok berani sih???." Aku pun hanya nyengir aja.
Aku sebenarnya udah gak nafsu banget untuk ngobrol,karena panas dan ngantuk banget. udah jam 1 malam saat itu. Eh si teenager ini masih usil aja nanyain aku, kali ini tasku yang jadi bahan pertanyaannya, "Ibu bawa tas dua ya?" Aku kembali mengangguk, dengan tangan memegang pundakku dia mulai menuturi aku, "Ibu, besuk lagi bawa tas satu aja, kata temenku bawa dua tas itu bahaya, apalagi ibu pergi sendiri. Ingat pesan saya ya bu." Kali ini gantian mataku yang melotot. Beruntung aku sedang baik hati tidak ganti ngomel-ngomel, jadi aku diamkan aja.
Mataku sudah mulai setengah tertutup ngantuk. Eh dia kembali menyenggol tanganku, akhire aku nengok juga, "Ibu, tau tidak dari Genteng ke Surabaya berapa bayar bisnya." Selama ini aku lebih sering naik kereta or naik patas, jadi aku gak tahu harga pasti bis ekonomi, karena males menerangkan panjang lebar, akhire aku hanya jawab "Enggak tau." waduhh nih anak malah cengingisan sambil nutupi mulut dan bilang "Ihh.. ibu gak pernah pergi ya?" WHAT????? Glodakkkkkkkkkk
karena kereta tidak jalan, banyak penumpang kereta yang pindah ke Bis. Biasanya Bis A ini tidak laku, tapi berhubung gak ada kereta bis ini ketiban rezeki, penumpangnya full, sampe pada berdiri. Syukur aku dapat duduk. Aslinya males banget naik bis ini, tapi gimana lagi udah malam, dan kalau malam bis yang ada emang cuman bis jelek-jelek gini, lagian udah nunggu lama gak ada bis lainnya. Gak nyaman banget aslinya, harus memangku tas ransel yang penuh baju dan netbook, plus tas tangan. Disampingku ada penumpang yang umurnya mungkin baru belasan tahun, kayaknya transgender. Dia tanya ke aku dengan gaya gemulainya "Ibu, pergi sendiri ya?" Aku menganggukkan kepala. waduh reaksinya tidak terduga, dia langsung kaget, mata melotot, kedua tangan diletakkan di pipinya sambil bilang "Aduh ibu.... kok berani sih???." Aku pun hanya nyengir aja.
Aku sebenarnya udah gak nafsu banget untuk ngobrol,karena panas dan ngantuk banget. udah jam 1 malam saat itu. Eh si teenager ini masih usil aja nanyain aku, kali ini tasku yang jadi bahan pertanyaannya, "Ibu bawa tas dua ya?" Aku kembali mengangguk, dengan tangan memegang pundakku dia mulai menuturi aku, "Ibu, besuk lagi bawa tas satu aja, kata temenku bawa dua tas itu bahaya, apalagi ibu pergi sendiri. Ingat pesan saya ya bu." Kali ini gantian mataku yang melotot. Beruntung aku sedang baik hati tidak ganti ngomel-ngomel, jadi aku diamkan aja.
Mataku sudah mulai setengah tertutup ngantuk. Eh dia kembali menyenggol tanganku, akhire aku nengok juga, "Ibu, tau tidak dari Genteng ke Surabaya berapa bayar bisnya." Selama ini aku lebih sering naik kereta or naik patas, jadi aku gak tahu harga pasti bis ekonomi, karena males menerangkan panjang lebar, akhire aku hanya jawab "Enggak tau." waduhh nih anak malah cengingisan sambil nutupi mulut dan bilang "Ihh.. ibu gak pernah pergi ya?" WHAT????? Glodakkkkkkkkkk
0 Comments:
« back home
Post a Comment