A CRAZY WEEK

Friday, September 07, 2007
Wah bener deh minggu ini rasanya otakku kembut-kembut. Judulnya begadang terus. Banyak banget reading dan writing *emang dikasih duit buat itu, kok ngeluh* Tapi semua capek dan stress akan wussss lenyap sendiri kalau ternyata hasil yang kita dapat memuaskan. Seperti tiga hari lalu ketika report observasiku dapat grade yang membahagiakan, rasanya pegel-pegel di badan sembuh seketika hehe.

Cuman walaupun begitu tetep aja minggu ini berat banget, terlebih kemarin aku harus ngasih presentasi tentang "The Idea of Power in Javanese Culture" karangan Ben Anderson. Sebenernya presentasinya enjoy aja, tapi effect dari presentasi itu yang berat. Ada seorang teman Indonesia yang kebetulan satu kelas sama aku, dia blame aku tentang presentasiku, dia bilang yang aku enggak baca seluruh tulisan Anderson lah, yang methodologi berpikirku yang terlalu romantislah, yang mentang-mentang aku orang Jawa lah, dan sebagainya. Aku sempat shock banget dengan komentarnya, sampe rasanya kepalaku pusing gak ketulungan. Dan finally, nyampek kamar aku nangis.

Tapi akhirnya aku mencoba tenang, dan aku mulai berpikir jernih. Aku sadar dan harus maklum kalau dia tidak suka Jawa, karena daerahnya termasuk kawasan panas yang selalu ingin merdeka dari Indonesia. Dan aku berusaha ngerti kalau itu sebagai expresi kejengkelannya yang bertahun-tahun terpendam karena merasa ditindas pemerintahan pusat yang notabene kebanyakan orang Jawa. Dan mungkin juga saat itu dia lagi capek dengan banyaknya tugas seperti yang aku alami. Mungkin aku juga tidak akan sesentimentil saat itu kalau aku tidak dalam kondisi lelah lahir dan pikiran. Dan yang terpenting ini adalah bagian dari proses pembelajaran.

Yang jelasssssss next week to be the exciting week. Emang ada apa???? tunggu aja cerita selanjutnya *heleh*
 
posted by Nihayatul (Ninik) Wafiroh at 12:19 PM, |

1 Comments:

  At 4:07 PM Blogger isma said:
bisa jadi nasionalisme kenonjawaan temenmu mmg bagus nico hehe...
jd berpikir dg pola pikir dan teori yg sesuai dg konteks di mana dia berasal... ben, mark, freud, etc tdk absolut... bisa dibantah sesuai dg konteks kejawaan kita... untuk menjadi teori baru...
*kesimpulan kuliah 3 jam brsm Risa Permanadeli guru representasi sosial di UI*