Banyuwangi-Denpasar

Wednesday, May 28, 2008

Jam 4 pagi hari Minggu tanggal 25 Mei 2008, aku sudah harus bangun dan buru-buru ke Bali. Dari rumahku ke terminal jaraknya 12 KM (hehehhe kelihatan ndesonya). Sebelnya lagi mobil sedang dibawa abahku ke Jember. Jadilah aku harus memaksa adek cowokku untuk ngantarkan naik sepeda motor.

Sempet deg-degan juga, karena ampe jam 6 lebih, belum juga ada bis yang ke Denpasar. Padahal pesawatku jam 4 WITA or 3 WIB. Alhamdulilllah akhirnya ada juga bis.

Setelah sekian lama enggak naik bis (bukan patas lagii), benar-benar ngerasakan susahnya jadi orang Indonesia. Sudah harus ngojek, naik bis tidak ber AC, berdesak-desakan, sampe harus rela duduk di kursi cadangan, kaki harus berdiri di atas tumpukan beras, belum lagi bis yang sering berhenti untuk cari penumpang, plus harga ticket yang mulai naik seiring dengan melonjaknya harga BBM.

Kapal yang aku tumpangi untuk menyebrang Banyuwangi-Bali tidak bisa langsung bersandar karena harus antri di dermaga. Duh sempat stress, takut ketinggalan pesawat.

Ada kejadian yang mengerikan banget, ketika mulai memasuki Denpasar, ada orang jualan buah di pinggir jalan di tabrak oleh pick up, saat aku melewati lokasi kejadian, mayat perempuan penjual buah yang kebetulan sedang hamil tersebut masih tergeletak di pinggir jalan, belum ada polisi yang datang. Aduhhhhhhhhhh miris, ngenes dan ngeri. Innalillahi wa Inna Lillahi Rojiun.

Alhamdullillah akhirnya aku nyampek di Ubung jam 1 WITA, dan langsung naik taksi ke Bandara. Sebenernya aku pengen segera check in agar bisa makan dulu (baru ngerasa perut perih kelaparan, karena sejak pagi belum makan). Tapi dan tapiiiiiiii... ternyata antrian untuk check in puanjangggggggggggggggggggggg sekali.
Aku butuh waktu hampir setengah jam untuk antri. Habis ngurus bebas fiskal, dan immigrasi, aku masih punya waktu sekitar 30 menitan sebelum aku harus masuk ruang tunggu.

Perutku yang enggak bisa ditahan lagi memaksaku untuk memesan Apple Pie. Asemmm mahalnya minta ampun, kalau tahu kayak gini mending bawa nasi bungkus dari rumah hehehehe.

Ok ya to be continued dengan cerita selanjutnya
 
posted by Nihayatul (Ninik) Wafiroh at 7:16 AM, |

4 Comments:

  At 4:19 PM Anonymous Anonymous said:
wah.. gimana perjalanannya.. udah landing kan...met bersih bersih apartemen ya.. loh.. pulangnya sendirian? suami gak ikut?
  At 12:49 AM Anonymous Anonymous said:
You could easily be making money online in the hush-hush world of [URL=http://www.www.blackhatmoneymaker.com]blackhat seo software[/URL], Don’t feel silly if you don't know what blackhat is. Blackhat marketing uses little-known or not-so-known ways to build an income online.
  At 8:07 PM Anonymous Anonymous said:
top [url=http://www.c-online-casino.co.uk/]uk casinos[/url] hinder the latest [url=http://www.casinolasvegass.com/]casino[/url] autonomous no consign hand-out at the best [url=http://www.baywatchcasino.com/]casino online
[/url].
  At 6:44 PM Anonymous Anonymous said:
[url=http://www.23planet.com]online casino[/url], also known as accepted casinos or Internet casinos, are online versions of noteworthy ("buddy and mortar") casinos. Online casinos assign gamblers to yield role in and wager on casino games with the help the Internet.
Online casinos habitually rib impudent odds and payback percentages that are comparable to land-based casinos. Some online casinos identify higher payback percentages payment bias defender games, and some bruit down payout behoof audits on their websites. Assuming that the online casino is using an politely programmed unsystematic uncountable generator, eatables games like blackjack preoccupy an established shadow edge. The payout incise up during these games are established gone and forgotten the rules of the game.
Uncountable online casinos develop infected with or move into the property of their software from companies like Microgaming, Realtime Gaming, Playtech, Worldwide Get round Technology and CryptoLogic Inc.