My Dream

Monday, March 17, 2008
Emang standar dream kita terus berkembang dari kecil hingga kita tua. Enggak tahu nih kenapa pengen ngingat-ngingat berkembangnya dreamku sejak kecil.

MASA ELEMENTARY SCHOOL
Saat aku masih sekolah di SD Darussalam, standar kehebatan dan kecantikan orang dalam pandanganku adalah orang yang memakai kacamata dan memiliki jam tangan. Waktu aku kelas empat SD, wes hanya satu dreamku, I wanted to wear glasses and have watch. Aku pernah ngerengek sama Ibuku untuk dibelikan jam tangan. Ibu meminta tolong Mbak yang bantu di rumah untuk belikan aku jam tangan. Wuehhhh aku seneng buanget bisa pake jam tangan walaupun harganya cuman tiga ribu heheh. Cuman jam itu tidak bertahan lama, karena jatuh di kamar mandi hiks..hiks.... sedih banget. Waktu aku kelas lima SD, aku kena typus, hingga aku harus off dari sekolah sekitar 2 minggu. Setelah sembuh Abah menghadiahi jam baru ke aku. Hore...seneng banget, apalagi jam hadiah ini lebih bagus mereknya AL*A, harganya dua lima ribu hehehe. Ketika masuk kelas enam SD, aku kena sakit mata yang pada akhirnya mengharuskan aku memakai kacamata. Wah dreamku jadi benar-benar terwujud. Dengan memakai kacamata dan jam tangan, aku merasa jadi orang palin hebat dan cantik hehehhe *narsis pool*.

MASA JUNIOR HIGH SCHOOL
Aku menghabiskan masa junior high school di MTs Darussalam di Banyuwangi. Setelah waktu SD selalu memimpikan pake kacamata dan jam tangan, saat menginjak ABG, dreamku bergeser. Di mataku cewek yang keren itu adalah yang bisa naik sepeda motor huahhaha. Sebenernya aku sudah mulai diajari Abah naik sepeda motor sejak SD, cuman at the time, di daerahku belum biasa perempuan naik sepeda motor, jadilah aku belum terlatih. Akhirnya aku benar2 ahli naik sepeda motor ketika sudah lulus high school *ih basii banget*

MASA HIGH SCHOOL
Sejak lulus junior high school aku melanjutkan sekolah di Pesantren Al-Fathimiyyah Bahrul Ulum Tambakberas Jombang dengan Mak'e Shinfa dan Istrinya Zen. Di sini aku menemukan tempat yang pas untuk menyalurkan kesenenganku nulis dan berorganisasi. Saat itu orang yang hebat di mataku adalah santri-santri yang tulisannya banyak berseliweran di majalah-majalah pesantren dan dia juga aktif di organisasi. Makanya aku dulu sangat mengidolakan seniorku yang hebat nulis dan aktif di organisasi. hehehe lucu pool kalau ngingat masa itu. Tulisan pertamaku ketika high school ini dimuat oleh Mading pesantren namanya mading DINAMIS. Yang kebetulan yang jadi pimrednya si Mak'e Shinfa. Kan biasanya tuh Mak'e Shinfa ini ngambil tulisan2 hasil kiriman pembaca ketika tengah malam. Saat itu aku nungguin Ismah ngambil tulisanku di kotak Dinamis. Habis ngambil tulisan2 tersebut, Ismah kembali ke kamarnya, tidak begitu lama, dia keluar untuk ke kamar mandi. NGelihat ada aku di depan musholla, Ismah sempat tersenyum dan mengacungkan jempolnya ke aku. Wehhhhhhhhh rasanya aku bangga banget, bisa nulis. Ismah, kamu ingat tidak masa itu??? hehhe

MASA UNIVERSITY
Aku kuliah di IAIN *sekarang UIN* Sunan Kalijaga JOgjakarta. Pertama masuk kuliah aku sempat disorientasi *ceile* Aku bingung ngelihat teman-teman yang pinter-pinter. Mereka sudah ahli ngomongin Mark, teori socialis, Aljabiri dan sebagainya. Terlebih mereka juga aktif nulis di banyak media massa. Dalam pandanganku saat itu, mahasiswa yang keren itu adalah yang bisa menghidupi dirinya sendiri dari tulisan. Wuih pokoknya aku ampe mimpi-mimpi deh pengen melihat namaku terpampang sebagai penulis di koran hehhe. Suatu saat atas dorongan teman, aku mencoba nulis, dengan meminjam print kunonya Mak'e Shinfa *ternyata kamu banyak berjasa buatku ya Is heheh* akhirnya aku mencoba mengirim tulisan ke salah satu koran terkenal nasional. Terus terang aku enggak terlalu berharap tulisanku bisa dimuat. Banyak orang menasehatiku "kalau ngirim tulisan ke koran, anggap aja seperti meludah, jangan ditungguin sampe kerinng, tinggal aja untuk nulis yang lain" ada juga cerita dari seorang teman kalau baru tulisan dia yang ke empat belas yang dimuat di koran *weleh-weleh*. Saat itu hari senin tanggal 10 Juni 2002 *ampe hafal tanggalnya heheh*, ada seorang teman yang tanya nama lengkapku, setelah aku jawab, dia mengucapkan selamat ke aku, karena tulisanku dimuat di koran K*MP*S. Sumpah kaget, seneng, gak percaya wes campur semua.hehehe *norak pool.* Nah saat itu pas ujian semesteran dan pelajaran hari itu adalah Ulumul Quran yang ngajar my favorite teacher, Dr. Muhammad Chirzin. Nah saat ujian berlangsung, bapak yang terkenal ramah ini membagikan kertas ke semua kelas, katanya sih bonus. Eh ternyata kertas yang dibagikan tersebut adalah fotokopian tulisanku yang hari itu di muat di koran. weleh..weleh..... LUcu poolll

Memang sih setiap masa menghadirkan banyak kenangana, dan setiap masa pula menghadirkan harapan yang berbeda pula. Setelah melewati semua masa itu, akhirnya sekarang aku mencapai pada sebuah impian yakni INGIN MENJADI ORANG YANG BERMANFAAT BAGI MASYARAKATKU, TERUTAMA MASYARAKAT PEREMPUANKU. Semoga Amin.

Ayo sekarang giliran cerita untuk:
Yu Ismah
Yunes
Mamanya Kiki
Mamanya Krucil
Mamanya Balqis dan Alifah
 
posted by Nihayatul (Ninik) Wafiroh at 2:40 AM, |

1 Comments:

  At 2:24 PM Blogger isma said:
uhuuui... tersanjung nih aku... makanya tdk ada alasan utk tdk menyebut namaku dlm setiap doamu *gubrak*